Home / Uncategorized / Teror Buaya Lepas dari penangkaran dipulau Bulang Kota Batam Momok Bagi Nelayan

Teror Buaya Lepas dari penangkaran dipulau Bulang Kota Batam Momok Bagi Nelayan

BATAM, MARITIMRAYA.COM – (MARA), Perburuan buaya yang  lepas  dari penangkaran buaya di pulau bulan kecamatan Bulang Kota Batam pekan lalu hingga kini terus berlanjut, untuk sementara tim terpadu berhasil menangkap sebanyak 34 ekor buaya di perairan kecamatan Bulang Kota Batam.

Hal ini dikatakan Ketua kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kecamatan Bulang Adam saat dihubungi awak media melalui telepon seluler pada selasa (20/01/2025).Diterangkanya data 34 ekor jumlah buaya yang tertangkap ini terhitung up date per hari minggu yang lalu dan diperkirakan akan bertambah.

” Untuk jumlah pastinya buaya yang lepas dari penangkaran kami tidak tahu tapi tadi siang warga  lihat ada penampakan 1 ekor buaya lagi diperairan  teluk Sepaku dekat Galangan kapal PT. KTU” Ucap Adam.

” Kami sekarang sedang membuat tombak lagi untuk alat perburuan buaya malam ini” Terang Adam.

Dalam perburuan buaya lepas dialam bebas  dilakukan oleh tim terpadu meliputi aparat keamanan dari TNI AL, TNI AD, Polairud, Organisasi Kenelayanan KNTI, HNSI, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), Relawan Penjaga Laut (Rapala) serta masyarakat setempat.

Dengan area perburuan buaya  perairan Sungai Jawa, Batu lengong, Pulau Buluh, Temoyong, Pantai Gelam, teluk Sepaku hingga melebar ke area perairan di lima kelurahan kecamatan Bulang.

” untuk jumlah petugas perburuan buaya sekitar 50 orang dengan 20 perahu menyebar diperairan sesuai arahan ketua tim” 

Sejauh ini inpormasi yang diterima awak media  pihak perusahaan penangkaran buaya PT. PJK  memberi imbalan senilai  Rp. 1 Jt/ ekor buaya kepada warga atau tim yang berhasil menangkap buaya.

Teror Buaya, Nelayan Bulang Takut Pasang Kelong Tangkap Ikan Dingkis untuk Perayaan  Imlek

Jelang musim hari raya imlek yang jatuh pada pekan depan (29/01) seyogyanya Nelayan Tradisional kecamatan Bulang  sudah  memasang kelong – kelong untuk menangkap ikan dingkis yang banyak diminati oleh umat agama konghucu saat imlek

Selain sebagai menu utama makanan, ikan Dingkis juga dipercaya membawa keberuntungan bagi  umat agama konghucu.

Tentu dengan banyaknya pembeli ikan Dingkis jelang hari raya Imlek harga ikan  yang dijual nelayan naik,

Namun lepasnya buaya dari penangkaran di Pulau Bulan yang diduga kelalaian pihak perusahaan PT. PJK membuat nelayan sekitar enggan melakukan pemasangan kelong karena takut digigit buaya.Akhirnya nelayan mengeluh karena untuk mencukupi  kebutuhan sehari – hari  tidak bisa terpenuhi serta semakin sulit.

” kami survei tadi banyak nelayan tidak memasang kelong sebagai alat untuk menangkap ikan Dingkis karena takut serangan buaya “

  “kami sedang membangun komunikasi dengan pihak perusahaan PT. PJK agar memperhatikan dan mrmbantu kebutuhan  sehari – hari Nelayan terdampak pasca jebolnya penangkaran buaya di pulau Bulan” Tutupnya.**

Penulis  : Am

Editor.    : Fandy Ahmad

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *