BATAM, MARITIMRAYA.com – (MARA)| Tim pengabdi Institut Teknologi Batam (ITEBA) bekerja sama dengan Dewan Pengurus Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) Kota Batam melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat di Kampung Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Batam. Kegiatan ini mengusung topik “Penerapan Teknologi Instalasi Pengolahan Air Payau dengan Filtrasi Serbuk Kerang Darah”.
Program ini dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada Juni 2025, berupa penyuluhan dan pelatihan kepada masyarakat mengenai dampak paparan logam berat terhadap kesehatan. Tim pengabdi menjelaskan bahwa paparan logam berat yang terakumulasi dalam tubuh dapat menimbulkan gangguan kesehatan
Tahap kedua dilaksanakan pada 12 Agustus 2025, berupa pemasangan instalasi pengolahan air payau dengan memanfaatkan material serbuk kerang darah. Pemasangan dilakukan bersama masyarakat nelayan setempat melalui dukungan KNTI.
Skema program pemberdayaan masyarakat ini didanai oleh Kemendikbudristek melalui kontrak nomor: 134/C3/DT.05.00/PM/2025; 019/LL17DT.05.00/PM/2025; dan 019/LPPM/KPKM-ITEBA/VI/2025. Kegiatan ini diketuai oleh Sari Rahmiati, S.Pd., M.Pd., dengan anggota tim Dipl. Ing. Hery Sunarsono, DEA, Taufiq Rahman, S.T., M.T., serta mahasiswa ITEBA.
Menurut tim pengabdi, pencemaran air akibat logam berat merupakan ancaman nyata bagi kesehatan manusia sekaligus kelestarian lingkungan. Sayangnya, edukasi mengenai risiko ini masih minim di kalangan masyarakat pesisir. Karena itu, teknologi pengolahan air dengan serbuk kerang darah dipilih sebagai solusi ramah lingkungan, murah, dan berkelanjutan untuk menyerap logam berat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan limbah cangkang kerang sebagai bahan bermanfaat, khususnya dalam pengolahan air sehari-hari. Implementasi teknologi ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kehidupan masyarakat pesisir Kampung Dangas dalam jangka panjang.(*)