Batam, maritimraya.com (MARA) – Penyelenggaraan Musyawarah Daerah (Musda) ke-II Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Batam dirangkaikan dengan workshop pelatihan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) berbasis digital. Kegiatan ini digelar di Institut Teknologi Batam (ITEBA), Minggu (21/12/2025), dan diikuti puluhan nelayan tradisional dari berbagai kecamatan di Kota Batam.
Musda ke-II KNTI Kota Batam menjadi agenda penting organisasi seiring berakhirnya masa kepengurusan Dewan Pengurus Daerah (DPD) KNTI Kota Batam yang sebelumnya dinakhodai Armen Mustika pada 23 Agustus 2025.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua DPW KNTI Provinsi Kepulauan Riau, Amrah Fahnani, S.H., Sekretaris DPW KNTI Kepri Syukur Harianto, Ketua Tim Dosen SEBM ITEBA Dewi Lestari, S.E., M.M., jajaran pengurus DPD KNTI Kota Batam, serta perwakilan pengurus DPC dari 12 kecamatan di Batam.
Musda ke-II KNTI Kota Batam.
juga dihadiri secara daring melalui Zoom Meeting oleh Ketua Umum KNTI Dani Setiawan, Koordinator KNTI Wilayah Sumatera Ustaz Azwar Anas, serta pengurus DPD KNTI kabupaten/kota se-Provinsi Kepulauan Riau.
Ketua Umum KNTI, Dani Setiawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa KNTI dibangun sebagai organisasi modern dengan tiga pilar utama, yakni kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan keberlanjutan sumber daya kelautan. Ia menilai Batam sebagai episentrum maritim yang memiliki potensi besar untuk memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan nelayan.
Sementara itu, Koordinator KNTI Wilayah Sumatera, Ustaz Azwar Anas, berharap Musda ke-II KNTI Kota Batam dapat menghasilkan kepemimpinan terbaik yang mampu memperkuat organisasi dan memperjuangkan kesejahteraan nelayan. Ia menegaskan bahwa nelayan tradisional merupakan bagian penting dari sumber daya kelautan yang hingga kini masih berada pada garis kemiskinan.
“Nelayan tradisional tidak merusak laut, mereka hanya mencari rezeki. Carilah figur terbaik untuk KNTI Kota Batam yang mampu membawa misi kemakmuran nelayan,” ujarnya.
Ketua DPW KNTI Provinsi Kepulauan Riau, Amrah Fahnani, S.H., mengatakan bahwa Musda merupakan agenda puncak dalam sebuah organisasi, termasuk dalam menentukan kepemimpinan melalui musyawarah dan mufakat. Ia berharap hasil Musda ke-II KNTI Kota Batam mampu memperkuat peran organisasi di tengah masyarakat pesisir.
Dalam Musda tersebut, Armen Mustika kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD KNTI Kota Batam untuk masa bakti 2025–2030.
Selain Musda, KNTI Kota Batam juga berkolaborasi dengan Institut Teknologi Batam (ITEBA) menyelenggarakan workshop bertajuk “Pemasaran Hasil Laut Berbasis Platform Digital”. Workshop ini dipimpin oleh Ketua Tim Dosen SEBM ITEBA, Dewi Lestari, S.E., M.M., yang memberikan edukasi praktis kepada para nelayan agar mampu beradaptasi dengan ekonomi digital.
Pelatihan ini bertujuan mendorong kemandirian nelayan melalui pemanfaatan teknologi digital dalam memasarkan hasil laut secara mandiri. Materi pelatihan mencakup penggunaan media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk membangun kesadaran merek, pemanfaatan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia sebagai kanal penjualan, serta pengoperasian WhatsApp Business untuk komunikasi yang lebih profesional dengan pelanggan.
Salah satu fokus utama workshop adalah optimalisasi fitur Live TikTok sebagai sarana penjualan langsung. Platform ini dinilai memiliki keunggulan dari sisi jangkauan luas, interaksi real-time, serta mampu membangun kepercayaan konsumen sehingga proses penjualan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.**











