BATAM, MARITIMRAYA.COM – (MARA), Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPP KNTI) Dani setiawan mengunjungi nelayan Tradisional di area hutan manggrove Dangas Kelurahan Tanjung Pinggir Kecamatan Sekupang Batam, yang kerap dikeluhkan nelayan kondisi hutan manggrove Dangas terancam oleh proyek pembangunan perumahan elite, dan resort yang akan merambah ke Pantai sehingga berdampak area nelayan menangkap ikan semakin berkurang.
Hutan manggrove Dangas yang berhadapan langsung dengan Negara Singapura, secara geograpis dikelilingi bukit- bukit dan pulau- pulau kecil dan memiliki sungai-sungai sangat potensial sebagai area nelayan tradisional menangkap aneka ikan, udang, kepiting selama ini menjadi area tangkap nelayan – nelayan.
kunjungan Ketua Umum KNTI, Dani Setiawan bersama Ketua DPW KNTI Provinsi Kepri Amrah Fahnani, Ketua DPD KNTI Kota Batam Armen Mustika disambut hangat oleh ketua DPC KNTI Kecamatan Sekupang Bambang Lestari dan puluhan nelayan Sekupang di pantai senggara Pada Minggu (17/11/2024).
Acara ramah tamah dan diskusi diawali dengan pemasangan Topi Tanjak Pemimpin dengan sebutan Mahkota alam oleh ketua DPW Kepri Amrah Fahnani kepada Ketua umum Dani setiawan.
Dalam sambutanya Dani Setiawan mengatakan senang diajak datang menyaksikan langsung hutan manggrove dan area tangkap ikan nelayan tradisional di area Dangas.
Dikatakanya Batam sebagai daerah kepulauan yang letaknya sangat strategis didesain oleh pusat membangun kawasan metropolis dan industri kemaritiman dan Pelabuhan – pelabuhan di pesisir pantai.
Namun pesisir pantai dominan dialokasikan lahan bisnis investor dan berdampak meminggirkan masyarakat kecil dalam hal ini nelayan Kecil yang sejak dari ,kakek dan nenek bergantung dengan kekayaan hasil laut yang luar biasa sebagai mata pencaharian
Selain itu Dani Setiawan memberi wejangan dan motifasi kepada nelayan Tradisional dengan sebutan 3 pancang yakni, Berdaulat, mandiri dan lestari lingkungan.
” Saya senang bisa bertemu di area hutan manggrove Dangas berdiskusi dan sharing bersama Nelayan Tradisional Sekupang, meskipun besok ada kegiatan organisasi nelayan se Asia tenggara dari Filipina, Laos (kamboja), Malaysia, Vietnam dan tuan rumah DPP KNTI bersama DPD KNTI Kota Batam” Terangnya.
“Mari kita perkuat kekompakan dengan mengajak anggota KNTI yang dekat kita rangkul, yang jauh kita jemput, yang lupa kita ingatkan sesuai 3 pancang, berdaulat, mandiri dan lestari lingkungan”
Ketua DPC KNTI Kecamatan Sekupang, Bambang Lestari menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan Ketua umum Dani Setiawan dan rombongan meluangkan waktu melihat area tangkap nelayan tradisional/kecil khusus dikecamatan sekupang yang potensial dan perlu dilindungi.
Bambang mengatakan luas hutan manggrove berkisar 300 hektar meliputi sisi selatan dan utara, namun lahan bukit – bukit mulai dipotong dan dilakukan penimbunan untuk proyek pembangunan dan jika musim hujan tanah timbunan turun ke hutan manggrove menjadi genangan lumpur.
” sebagai kepedulian terhadap hutan manggrove kami membentuk Kelompok pemantau Manggrove”
” Sejak dahulu Hutan manggrove ini menjadi area tangkap ikan Nelayan Tradisional/ kecil meliputi Nelayan Pulau Seraya, Nelayan Belakang padang, Nelayan Pulau Terong, Nelayan Tanjung Uma, Nelayan Patam Lestari, Nelayan Suku Laut
” Kami berharap area hutan manggrove Dangas ini bisa menjadi lokasi konservasi” ujar Bambang