BATAM, maritimraya.com (mara) – Aksi kemanusiaan ditunjukkan oleh nelayan kecil dan tradisional di perairan Dangas, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Sekupang, Kota Batam. Mereka mengevakuasi enam kru Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera yang mengangkut limbah dan mengalami kandas pada Kamis sore (29/1/2026).
Evakuasi dilakukan menggunakan tiga unit boat nelayan. Keenam kru kapal beserta tas pakaian dan dokumen kapal berhasil dibawa ke daratan Tangga Seribu dalam kondisi selamat.
Salah seorang nelayan bernama Nopri kepada awak media menjelaskan, kejadian bermula saat ia sedang mencari ikan dan melihat kapal terseret arus dengan posisi haluan depan nyungsep ke laut.
“Saya melihat kondisi depan kapal sudah kemasukan air, saat itu ombak dan angin cukup kencang. Kapal terus terseret hingga akhirnya kandas di pesisir Dangas. Saya langsung menghubungi nelayan lain untuk membantu evakuasi kru kapal,” ujar Nopri bersama Bambang serta nelayan lain.
Sementara itu, Kapten Kapal LCT Mutiara Galrib Samudera, Jimi usai membuat laporan diatas kapal patroli KPLP 303 kepada awak media mengatakan kapal tersebut bermuatan limbah kapal tanker yang berlabuh di perairan Batu Ampar. Kapal rencananya akan menuju Pelabuhan Umum Bintang Persada 99 di perairan Dangas.
Namun, dalam perjalanan, tangki depan kapal kemasukan air sehingga kapal sulit dikendalikan.
“Air masuk ke tangki depan, kapal oleng dan tidak bisa dikendalikan, akhirnya kandas di pesisir Dangas,” jelas Jimi.
Tampak 2 unit kapal patroli kelas 3 dan 1 unit kapal kelas 5 milik KSOP khusus Batam berlabuh di area kapal naas tersebut.
Perwakilan perusahaan pengangkut limbah PT JPN, Rahmat Hidayat, menjelaskan bahwa limbah hitam tersebut diambil dari kapal tanker di perairan Batu Ampar, kemudian dibongkar di Pelabuhan Bintang 99 untuk selanjutnya diangkut ke Kabil.
Hingga berita ini diterbitkan, kapal masih dalam kondisi kandas dan menunggu proses penanganan lebih lanjut dari pihak terkait.** Tim











