Batam, maritimraya.com (mara) – Ketua Dewan Pimpinan Daerah Pelayaran Rakyat (DPD PELRA) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Provinsi Riau, Andi Mashadiyat, akan melantik secara serentak pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PELRA tingkat kabupaten/kota di dua provinsi tersebut.
Rencana pelantikan itu disampaikan Andi saat ditemui awak media di kawasan Nagoya, Batam, Senin (15/6/2026).
Menurutnya, pelantikan tersebut mencakup sejumlah DPC yang masa baktinya telah berakhir, yakni Batam, Tanjung Uban, Bintan, Tanjungpinang, dan Tanjung Balai Karimun untuk wilayah Kepri. Sementara di Provinsi Riau meliputi Dumai, Bengkalis, dan Tembilahan.
“Pelantikan dijadwalkan berlangsung pekan depan di Batam. Kegiatan ini juga akan dihadiri Ketua DPP PELRA bersama Sekretaris Umum DPP PELRA,” ujarnya.
Ia menambahkan, Batam kembali dipilih sebagai lokasi pelantikan karena dinilai strategis serta menjadi barometer pelayaran rakyat di wilayah Kepulauan Riau, bahkan dalam konteks regional. Pelaksanaan kegiatan tersebut juga dipercayakan kepada Ketua DPC PELRA Batam, Wandi.
Andi Mashadiyat dikenal sebagai figur yang menakhodai organisasi PELRA di dua provinsi sekaligus, yakni Kepri dan Riau. Kepemimpinannya dinilai memiliki peran penting, mengingat kedua wilayah tersebut merupakan daerah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi pelayaran rakyat sebagai urat nadi konektivitas antarpulau.
Pelayaran rakyat memiliki kontribusi besar dalam menunjang mobilitas masyarakat serta distribusi logistik, seiring keberadaan ratusan pelabuhan rakyat yang tersebar di kedua provinsi tersebut.
Berlatar belakang sebagai mantan pelaut, Andi memiliki pengalaman panjang di sektor pelayaran. Ia menilai, tantangan yang dihadapi industri pelayaran saat ini semakin kompleks, terutama dalam menghadapi peralihan dari sistem manual menuju digitalisasi dan pemanfaatan teknologi berbasis internet.
“Kami terus melakukan konsolidasi sekaligus sosialisasi terkait regulasi pelayaran, mulai dari undang-undang, peraturan presiden, hingga keputusan menteri perhubungan laut. Di sisi lain, pelaku usaha pelayaran juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” jelasnya.
Ia menegaskan, transformasi digital merupakan keniscayaan yang harus dihadapi seluruh pelaku sektor pelayaran.
“Dengan era digitalisasi, siap tidak siap kita harus siap,” tegasnya.
Selain itu, Andi juga memastikan akan melakukan pembenahan organisasi di tingkat cabang guna memperkuat struktur kelembagaan.
“Saya akan membenahi DPC yang masa baktinya telah berakhir serta membentuk kepengurusan baru di wilayah yang belum memiliki DPC,” pungkasnya. ** Am










