Beranda / Batam / Musyda I BMKJ Kota Batam Digelar 12 September, 152 Peserta Bahas Arah Organisasi

Musyda I BMKJ Kota Batam Digelar 12 September, 152 Peserta Bahas Arah Organisasi

Batam, maritimraya.com (MARA) – Badan Musyawarah Keluarga Jambi (BMKJ) Kota Batam akan menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musyda) I pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung di Auditorium Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Jalan Masjid Baiturrahman Nomor 2, Sekupang. Musyda diselenggarakan sebagai amanat organisasi sekaligus forum permusyawaratan tertinggi BMKJ Kota Batam untuk mengevaluasi kepengurusan dan menetapkan arah organisasi untuk lima tahun mendatang.

Ketua Panitia Musyda I BMKJ Kota Batam, H. Samsul Ibrahim, S.Pd.I mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi forum pemilihan ketua dan kepengurusan baru, tetapi juga momentum untuk mengevaluasi perjalanan organisasi serta merumuskan program kerja lima tahun ke depan.

“Musyda ini bukan sekadar memilih ketua. Forum ini menjadi ruang untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja, dan menetapkan arah organisasi agar BMKJ Kota Batam semakin solid serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Syamsul.

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Musyda mengacu pada BAB XVIII Pasal 50 Anggaran Rumah Tangga BMKJ yang mengatur pelaksanaan musyawarah pada setiap jenjang kepengurusan. Di tingkat nasional, forum tersebut disebut Musyawarah Nasional (Munas); di tingkat provinsi, Musyawarah Wilayah (Musywil); di tingkat kabupaten/kota, Musyawarah Daerah (Musyda); dan di tingkat kecamatan, Musyawarah Cabang (Musycab).

Samsul menyebutkan bahwa Musyda diperkirakan diikuti sekitar 152 peserta yang terdiri atas DPD BMKJ Kota Batam serta utusan DPN BMKJ, DPW BMKJ Kepulauan Riau, Dewan Penasehat, Dewan Pembina, Dewan Pengawas, Dewan Pakar, badan khusus, DPC BMKJ kecamatan se-Kota Batam, organisasi inti, dan organisasi sayap.

“Peserta yang hadir merupakan perwakilan dari berbagai unsur organisasi. Dengan demikian, diharapkan seluruh keputusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan aspirasi keluarga besar Jambi di Kota Batam,” katanya.

Organisasi inti mencakup Ikatan Keluarga (IKA) kabupaten/kota asal Jambi, sedangkan organisasi sayap antara lain Persatuan Wanita Jambi, Persatuan Pemuda Jambi, Persatuan Mahasiswa Jambi, Persatuan Pelajar Jambi, Korpus Muballigh Jambi, serta Ikatan Qori dan Qoriah Jambi.

Selain pemilihan ketua dan pengurus baru, Musyda akan membahas tata tertib dan mekanisme persidangan, evaluasi kepengurusan selama lima tahun terakhir, administrasi, keuangan, serta realisasi program kerja. Forum tersebut juga akan menyusun struktur organisasi, program kerja untuk lima tahun mendatang, dan rekomendasi organisasi melalui tiga komisi yang akan dibentuk sebagai perangkat kerja Musyda.

Evaluasi terhadap kepengurusan sebelumnya menjadi salah satu agenda penting. Panitia akan meninjau perkembangan organisasi selama lima tahun terakhir, termasuk pencapaian program serta pengelolaan aset material dan intelektual organisasi. Apabila dalam proses verifikasi ditemukan kerugian akibat kelalaian, pihak yang bertanggung jawab akan diminta memberikan pertanggungjawaban sesuai dengan ketentuan organisasi.

Terkait calon pengurus, panitia menyiapkan sejumlah kriteria yang akan dituangkan dalam tata tertib Musyda. Calon pengurus harus merupakan bagian dari keluarga besar perantauan Jambi yang berdomisili di Batam, pernah menjadi pengurus atau terlibat dalam kegiatan BMKJ, serta memiliki kemampuan, integritas, dan komitmen terhadap organisasi. Khusus calon ketua, yang bersangkutan tidak diperbolehkan merangkap jabatan sebagai ketua atau pengurus harian pada jenjang organisasi lain serta tidak pernah dinyatakan sebagai terpidana berdasarkan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Panitia menilai bahwa tantangan utama BMKJ ke depan adalah memperkuat konsolidasi organisasi, termasuk mengoptimalkan peran organisasi inti, organisasi sayap, badan khusus, serta struktur kepengurusan hingga tingkat terbawah. Hal tersebut dinilai penting mengingat jumlah warga asal Jambi yang menetap di Batam diperkirakan mencapai sekitar 50.000 orang. Potensi tersebut diharapkan dapat dihimpun untuk memperkuat silaturahmi sekaligus memberikan kontribusi bagi pembangunan Batam.

Musyda juga diharapkan dapat melahirkan program di bidang sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu gagasan yang disiapkan adalah pembentukan badan usaha, seperti koperasi atau BMT, serta Kelompok Sadar Wisata.

Samsul berharap kepengurusan baru yang terpilih nantinya dapat bekerja secara nyata dan mengutamakan pengabdian kepada organisasi. “Jadilah pengurus dan jangan menjadi urusan. Artinya, pengurus harus hadir untuk bekerja, melayani, dan memberikan solusi bagi keluarga besar Jambi di Kota Batam,” katanya.

Ia juga mengajak seluruh keluarga Jambi menjadikan Musyda sebagai momentum untuk mempererat silaturahmi dan menjaga hubungan dengan daerah asal. “Tak penting kito menjadi apo dalam Musyda tersebut, yang penting biso bersua, bertemu, beramah tamah, dan bebual-bual sesamo rang Jambi,” ujarnya. ** Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *