Home / Uncategorized / Aliansi ALARM Indonesia Minta Transparan DAK Untuk Sekolah Tingkat Atas Kepri

Aliansi ALARM Indonesia Minta Transparan DAK Untuk Sekolah Tingkat Atas Kepri

 

MARITIMRAYA.Com – Batam, Sekretaris Jendral Aliansi  ALARM INDONESIA Arifin E. Pakpahan menyorot keuangan  DAK ( Dana Alokasi Khusus ) bidang Pendidikan Kota Batam yang disinyalir berpotensi  menjadi ajang korupsi Kong kalikong panitia proyek di Sekolah SMA/SMK

Menurut Arifin dalam kepanitian dan penunjukan  kontraktor pengerjaan pembangunan infrastruktur sekolah, tidak bisa diintervensi oleh pihak ke tiga, sehingga  perlu di evaluasi mengingat dananya menggunakan APBN Tahun 2021.

” Untuk mengelola dana ini sekolah harus membentuk panitia yang terdiri dari Kepala Sekolah, Komite Siswa, Tokoh Masyarakat dan Guru. Semua berjumlah 7 ( tujuh ) orang. Struktur panitia ini baku seperti biasa. Setelah itu, dana DAK akan di transfer langsung ke rekening Bendahara. ” Jelas Sekjen Arifin. 

Dengan alur alokasi DAK Pendidikan yang seperti itulah menurut Sekjen ALARM ini berpotensi korupsi bisa terjadi. 

” DAK akan dikelola sendiri oleh sekolah tanpa melibatkan pihak ketiga. Lha ini kan lucu. Jika DAK fisik, apa kepala sekolah atau ketua komite yang mau aduk semen bengkok besi ngecor atau pasang batu ? Jelas tidak mungkin. Pasti ada pihak lain sebagai eksekutor. Nah, karena tanpa lelang peluang untuk mengatur agar DAK ini melibatkan pihak eksekutor pekerjaan yang bisa di atur kan sangat besar. 

“saya sudah dapat info beberapa sekolah di Batam, panitia meminta fee di muka kepada kontraktor. Bahkan ada ASN di instansi vertikal terdeteksi awal oleh intellijen ALARM ikut bermain dan menjadi back up sekolah tersebut. Ini, jika benar tentunya preseden buruk untuk dunia pendidikan kota Batam. ” terang Arifin. 

Menurut Arifin, DAK Pendidikan Kota Batam untuk SD, SMP dan SMA/ tahun ini berkisar di angka  1.2 trilyun. Untuk Kepri keseluruhan berada di angka 7 ( tujuh) Trilyun lebih. Alokasi DAK terdistribusi untuk pekerjaan fisik dan non fisik. 

” ALARM sudah membentuk tim patroli sekolah yang akan terjun untuk melakukan verifikasi data. Nanti pada saatnya, kita akan memblow up masalah ini apakah dalam bentuk publikasi atau pelaporan hukum. ” tukas Arifin menutup statemennya. **Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *