Aunur Rafiq Lapor Petinggi Lemhanas RI, Terkait Potensi Ekonomi Kabupaten Tanjung Balai Karimun

maritimraya.com – Tanjung Balai Karimun, Pemerintah Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Propinsi Kepulauan Riau memintak Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas ) RI membuat kajian dari berbagai segi baik politik, Sosial Pertahanan dan Keamanan (Polsoshankam ) Serta ekonomi  dan budaya guna menggali potensi –potensi yang ada di Kabupaten Karimun.

Hal itu diungkapkan Bupati Tanjung Balai Karimun DR.Aunur Rafiq, S.Sos, M.Si kepada 3 orang petinggi  Lemhanas RI yakni, Laksamana Madya Erman Syahfril, SH, MM. Tenaga ahli pengkaji bidang Sismenas, Laksamana Pertama, Suratno, SH, MM, Direktur pembinaan dan pelaksanaan Taplai Debidtaplaikbs, dan Brigjen  Pol. Djoko Rudi, SH,  Sik, Msi, Direktur pengkajian Sosbud dan Demografi Debidjianstrat, yang hadir sebagai narasumber di sosialisasi kepemimpinan nasional yang berwawasan kebangsaan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa politik dan perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Pemerintah Kabupaten Tanjung Balai Karimun di Gedung Nasional selasa (5/110).

“Untuk pengkajian tersebut, saya nanti akan membuat surat resmi kepada Lemhanas,”ujar Bupati.

Disampaikanya dalam sesin Tanya jawab itu, bahwa saat ini sejumla potensi daerah yang duluya menjadi ranah kabupaten telah di tarik ke pusat maupun ke provinsi, padahal menurutnya potensi tersebut sangat membantu untuk meningkatkan pendapatan kabupaten, untuk itu ia berharap Lemhanas dapat membantu menyampaikan permasalahan tersebut ke Presiden.

“Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Tg Balai Karimun senilai Rp.350 M/Tahun, yang mana sumber besarnya berasal dari sektor tambang” Ujarnya.

Dikatakanya pendapatan dari sektor  labuh jangkar kapal -kapal  diharap dapat kembali ke kabupaten, karena sektor ini sangat dapat meningkatkan PAD guna kesejahteraan masyarakat, selain itu juga mengenai ekspor pasir, dulu sektor tambang pasir ini, sempat menjadi primadona. “ kalau bisa pihak pusat dapat mengkaji kembali potensi untuk memperbaiki perekonomian di Kabupaten Karimun” Kata Bupati.

Bupati turut menerangkan bahwa kabupaten karimun  terdiri dari 5 pulau besar dan 198 pulau kecil lainnya dengan luas 7.984 Km. secara administrasi terdiri dari 12 kecamatan, 29 kelurahan dan 42 desa, dengan jumlah penduduk sekitar 237.000 jiwa.

Menanggapi penyampaian Bupati, Laksamana Pertama, Suratno, SH, MH, mengatakan bahwa mengenai tambang pasir kemungkinan sulit untuk diperbolehkan karena menyangkut letak batas daerah, pertambangan pasir jika dibolehkan dikuatirkan akan membuat sebuah pulau hilang, sedangkan terkait labuh jangkar pihaknya mengusulkan agar pemerintah kabupaten dapat mengkoordinasikanya dengan Direktorat Jendral Perhubungan Laut.

Turut Hadir bersama rombongan Lemhanas RI, Kolonel Cba, Iyan Suryana, Kolonel Prastyo Herminto, SIP, M.A.P.

Kegiatan dengan tema optimalisasi nilai –nilai kebangsaan dalam rangka penguatan karakter kepemimpinan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 ini dihadiri seluruh Organisasai Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Karimun, OKP, LSM, serta Mahasiswa dan Pelajar SMA. *Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *