Batam, maritimraya.com (mara) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Khusus Batam menggelar apel penutupan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di ruang keberangkatan penumpang Kapal Pelni, Pelabuhan umum Bintang 99 Persada, Batu Ampar, Batam, Selasa (6/1/2026).
Apel penutupan ini menandai berakhirnya pelaksanaan Posko Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang bertujuan memastikan keselamatan, keamanan, serta kelancaran penyelenggaraan angkutan laut selama masa libur akhir tahun.
Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah, aparat keamanan, operator Kapal, Operator Terminal, serta para pemangku kepentingan di sektor kemaritiman.
Kepala KSOP Khusus Batam, M. Takwim Masuku, dalam amanatnya menyampaikan bahwa penyelenggaraan Posko Angkutan Laut Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 di tujuh terminal umum dan terminal khusus Pelabuhan Batam telah berlangsung selama 19 hari, terhitung sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. Secara nasional, Posko Pusat Kementerian Perhubungan telah ditutup pada 5 Januari 2026 oleh Menteri Perhubungan.
“Secara umum, penyelenggaraan angkutan laut Nataru 2025/2026 berjalan dengan baik, meskipun sempat dihadapkan pada tantangan cuaca ekstrem,” ujar Takwin.
Ia menjelaskan, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari koordinasi dan kerja sama seluruh unsur CIQP, TNI, Polri, serta para pemangku kepentingan di sektor transportasi laut. Berdasarkan hasil pemantauan dan monitoring selama masa Nataru, tercatat total jumlah penumpang mengalami peningkatan dibandingkan periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
Jumlah penumpang angkutan laut di Pelabuhan Batam selama periode 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 tercatat sebanyak 786.000 orang, meningkat 12,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai 698.731 orang.
Selain itu, pada tahun ini juga dilakukan pelayanan angkutan penyeberangan RORO dengan jumlah penumpang naik dan turun sebanyak 52.228 orang, serta kendaraan yang diangkut mencapai 18.078 unit.
Sebagai langkah kontingensi menghadapi lonjakan penumpang, KSOP Batam bersama operator melakukan penambahan 52 trip pelayaran yang mengangkut sebanyak 7.525 orang, sehingga tidak terdapat penumpang yang terlantar atau tidak terangkut.
Takwim menegaskan bahwa angkutan laut merupakan moda transportasi utama pilihan masyarakat di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya wilayah Batam. Namun demikian, aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama yang harus dijaga bersama.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk perusahaan pelayaran, para nahkoda kapal, petugas posko, serta insan pers yang telah mendukung kelancaran penyelenggaraan Angkutan Laut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
” Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak atas kerja sama dan kolaborasi yang sangat baik selama masa Nataru, juga kepada rekan – rekan pers yang telah menyebarluaskan Informasi angkutan laut Nataru” Ucapnya.
Menjelang sejumlah libur panjang ke depan, seperti Isra Mikraj, Tahun Baru Imlek, serta persiapan Angkutan Lebaran 2026, Takwin mengingatkan pentingnya langkah-langkah persiapan, antara lain pembentukan tim posko, evaluasi sarana dan prasarana kapal, peningkatan koordinasi lintas sektor, kesiapan sumber daya manusia, serta penyempurnaan rencana kontinjensi.
Selain itu, peningkatan kualitas penyelenggaraan angkutan laut ke depan juga memerlukan sinkronisasi kebijakan, evaluasi sarana dan prasarana, kesiapan seluruh pemangku kepentingan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia, baik internal maupun eksternal.
Acara ditutup dengan penyerahaan hadiah dan piagam penghargaan kepada 7 (Tujuh) orang pemenang lomba poto angkutan laut natal 2025 dan tahun baru 2026 yang diserahkan langsung oleh kepala KSOP Khusus Batam, M Takwim Masuku.
** Am











