Home / Uncategorized / Petugas Patroli KPLP Tanjung Balai Karimun dan Nelayan Tradisional Batam Memantau Tumpahan Ratusan Ton Limbah Minyak dari Perairan Singapura

Petugas Patroli KPLP Tanjung Balai Karimun dan Nelayan Tradisional Batam Memantau Tumpahan Ratusan Ton Limbah Minyak dari Perairan Singapura

MARITIMRAYA.COM -INTERNASIONAL, Sebanyak 400 Ton limbah minyak tumpah diperairan Singapura pada Jumat lalu, kejadian tersebut dikarenakan  tabrakan  antara kapal pengerukan berbendera Belanda dengan kapal niaga saat sedang berlabuh.

Genangan ratusan ton limbah minyak mencemari laut yang berdekatan dengan perairan Indonesia khusus perairan Nipa.

Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun melalui Kepala Seksi  Patroli Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Capt. Kastono saat dihubungi awak media Pada (17/6) mengatakan pihaknya telah diinfokan oleh petugas reaksi cepat Singapura ”  ya Saya sudah dapat inpo dari reaksi cepat Singapura” Tulisnya 

Dikatakanya untuk pengawasan perairan Nipa ada dua unit kapal yakni KNP. 366 dan kapal Marine Surveyor 

” Belum ada laporan dari petugas kapal patroli di Perairan  Nipa, tapi kemungkinan masuk ke perairan Batam ” Ucapnya.

Peristiwa yang merupakan kecelakaan laut ini menjadi perhatian dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kota Batam

Ketua DPD Kota Batam Armen Mustika kepada awak media mengatakan  minyak yang tumpah dan mencemari laut ini jumlahnya tidak sedikit.

Jadi wajar saja, katanya menambahkan, kalau kita menaruh rasa curiga, minyak yang tumpah pun akan mencemari perairan kita.

“Mudah-mudahan saja Petugas reaksi Cepat Singapura dapat menanggulangi tumpahan minyak ini, sehingga tidak mencemari laut kita,” Ujar Armen

Dikatakannya lebih jauh, KNTI Kota Batam tetap  waspada dan memantau perairan perbatasan dengan adanya tumpahan limbah minyak ini, karena kedekatan perairan  tidak menutup kemungkinan, tumpahan minyak ini akan mencemari perairan di Kepri khususnya Kota Batam.

“Kami dari KNTI, khususnya yang ada di Kota Batam terus melakukan pengawasan dan berkoordinasi bersama nelayan tradisional diperbatasan” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *