Jum. Des 6th, 2019

Maritim Raya

Jelajah peristiwa dari hulu hingga hilir

Pungutan Pelabuhanan Domestik Sekupang Batam “Mencekik ” Operator Pelabuhan?

2 min read

Maritimraya.com Batam, Sejumlah operator keagenan kapal Fery pelabuhan Domestik Sekupang Batam mengeluhkan  tingginya kenaikan pungutan sewa –menyewa berbagai fasilitas pelabuhan serta sempitnya ruang – ruang loket,  untuk itu mengharapkan kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai pengelolah pelabuhan   untuk perbaikan ruang loket yang memadai serta membuat kebijakan terkait pungutan pelabuhanan.

Hal ini maritimraya.com ketahui saat konpirmasi kepada Dewan Pembina assosiasi pelayaran Rakyat Kota Batam Asmadi pekan lalu di pelabuhan domestic sekupang Batam.

Dikatakanya sejak terminal pelabuhan di pugar dengan membangun gedung baru berlantai dua,kenaikan tariff sewa menyewa loket dan pungutan jasa lainya naik hingga  mencapai 500%, selain itu penyediaan loket dan kantor agen ruanganya sempit sehingga pihaknya  beberapa kali menemui deputi bidang sarana prasarana pelabuhan BP Batam untuk mengakomodir keluhan agen kapal namun belum direspon.

“Kami ingin terciptanya harmonisasi antara agen dengan pengelolah, jadi keluh kesah ini harus kami inpormasikan kepada pengelolah pelabuhan” Ujarnya.

Asmadi mengatakan   terutama di ruang loket ukuran 2.5 M X 3 M dengan tenaga kerja berjumlah 5 hingga 6 orang  hal ini tentu tidak nyaman.

“ ada 10 loket yang dibangun untuk agen –agen kapal, di dalam ruang tersebut kami gunakan membuat laporan kedatangan dan keberangkatan kapal, pernyataan nahkoda, membuat draft penumpang, Kru list dan tiket penumpang tentu ini  perlu tempat yang memadai “ Sebutnya.

Adapun  Sewa– menyewa dan pungutan jasa pelabuhanan lainya agen kapal dikenakan sebagai berikut  loket Rp.1.9 Jt/bln, Listrik Rp. 1.7 Jt/bln, Pas Orang Rp.350 Rb/bln dan parkir mobil Rp.135 Rb/bln.

“Listrik sebelumnya di pungut Rp. 300 rb/bln untuk loket yang tidak punya Ac dan Rp.500 rb untuk loket yang punya AC, sekarang di patok Rp.1.75 Jt katanya untuk membantu pendingin ruangan penumpang ,begitu juga pas orang kalau pegawai punya 6 orang kali Rp. 350 rb/bln” Tuturnya.

Dia mengharap pihak pengelolah pelabuhan domestic sekupang Batam mengevaluasi kembali fasilitas dan pungutan pelabuhan yang dinilai tidak wajar.

Guna perimbangan berita maritimraya.com menghubungi kepala Badan Pengelolah Pelabuhan Batam Nasrul Amri latief namun hp tidak diangkat dan mengirim WA hingga kini belum di balas.

Pelabuhan domestic Sekupang Batam beroperasi mulai jam 07 pagi hingga jam 18.00 adapun rute yang dilayari : Tanjung Balai Karimun, Dumai, Tanjung Batu, Moro, Tembilahan, Kuala Tungkal (Jambi). **A Mursalim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *