Batam, maritimraya.com (mara) – PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Cabang Batam menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi lonjakan penumpang pada masa angkutan Lebaran 2026. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menambah armada kapal yang melayani rute dari Batam menuju sejumlah kota tujuan utama pemudik.
Hal ini disampaikan Kepala Cabang PELNI Batam, Edwin Kurniansyah,saat ditemui awak media pada Senin (9/3/2026) di Kantor Cabang PELNI Sekupang, Batam.
Disampaikanya musim mudik lebaran tahun 2026 ini pihaknya menambah satu kapal, yakni KM Ngapulu, sehingga total terdapat dua kapal yang melayani angkutan Lebaran dari Batam.
“Kapal yang dioperasikan untuk angkutan Lebaran tahun ini adalah KM Kelud dan KM Ngapulu dengan rute Batam–Belawan serta Batam–Tanjung Priok,” ujar Edwin.
Ia menjelaskan, khusus untuk rute Batam–Belawan terjadi peningkatan frekuensi pelayaran. Jika pada kondisi normal hanya terdapat empat kali keberangkatan dalam sebulan, maka pada Maret 2026 jumlahnya meningkat menjadi sepuluh kali keberangkatan untuk mengakomodasi lonjakan penumpang.
“Ada tambahan kapal KM Ngapulu untuk rute Batam–Belawan dengan jadwal keberangkatan pada 15 Maret dan 18 Maret,” jelasnya.
Edwin menambahkan, pada angkutan Lebaran tahun 2026 diperkirakan terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 1 hingga 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain penambahan armada, PELNI juga memberikan stimulus bagi masyarakat yang akan mudik. Pada angkutan Lebaran tahun ini, perusahaan memberikan potongan harga tiket sebesar 30 persen dari tarif dasar khusus kelas ekonomi.
“Diskon tersebut berlaku untuk keberangkatan mulai 11 Maret hingga 5 April 2026,” kata Edwin.
Tidak hanya itu, program mudik gratis juga kembali digelar melalui kerja sama dengan sejumlah pihak. Untuk keberangkatan 16 Maret 2026 pada rute Batam–Belawan, mudik gratis disponsori oleh PT Persero Batam dengan kuota sebanyak 250 penumpang.
Sementara itu, program mudik gratis lainnya akan dilaksanakan pada 17 Maret 2026 dengan rute Batam–Tanjung Priok yang disponsori oleh Telkomsel dengan jumlah peserta sebanyak 200 penumpang.
Dalam mendukung kenyamanan pemudik, PELNI juga memberikan kelonggaran terhadap barang bawaan penumpang. Jika pada kondisi normal batas bagasi maksimal hanya 20 kilogram, maka khusus angkutan Lebaran tahun ini penumpang diperbolehkan membawa barang hingga 40 kilogram tanpa dikenakan biaya tambahan. Kelebihan di atas batas tersebut akan dikenakan tarif barang.
Edwin menambahkan, pembelian tiket saat ini lebih banyak dilakukan melalui sistem digital dibandingkan secara langsung di loket kantor cabang.
“Kami sudah memiliki aplikasi PELNI Mobile yang dapat diunduh untuk melakukan pembelian tiket secara langsung,” terangnya.
Selain melalui aplikasi, pembelian tiket juga dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai mitra, seperti kanal perbankan di antaranya Bank Central Asia, Bank Mandiri, dan Bank Rakyat Indonesia. Tiket juga dapat dibeli melalui layanan pembayaran digital seperti GoPay serta melalui agen travel resmi.
Di akhir keterangannya, Edwin mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar membeli tiket lebih awal dan datang ke pelabuhan tepat waktu.
“Kami mengimbau calon penumpang untuk membeli tiket jauh-jauh hari sebelum keberangkatan dan membawa barang secukupnya. Mengingat lonjakan penumpang saat Lebaran cukup tinggi, penumpang juga diharapkan sudah berada di pelabuhan minimal dua jam sebelum keberangkatan untuk menghindari antrean pencetakan boarding pass serta mencegah risiko tertinggal kapal,” pungkasnya. **Amrullah










