BOGOR, maritimraya.com (mara) – Sosialisasi aplikator daring lokapasar kebutuhan bahan makanan (Gerobakan) asal Bogor berlangsung dengan penuh antusias di wilayah Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur masyarakat, khususnya kader PKK yang menjadi garda terdepan dalam pemberdayaan keluarga dan ekonomi rumah tangga.
Kehadiran aplikasi ini diharapkan mampu menjadi solusi digital dalam memperkuat pemasaran dan distribusi produk lokal.
Acara sosialisasi ini turut dihadiri oleh Camat Tanah Sareal, Rokib, S.E., M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dibawakan oleh tim Gerobakan.
Ia menilai bahwa platform digital seperti ini sangat relevan dalam mendorong transformasi ekonomi masyarakat, terutama di tingkat keluarga melalui peran aktif kader PKK.
Dalam arahannya, Bapak Rokib, S.E., M.Si. secara khusus mendorong agar kader PKK tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga berperan sebagai penggerak dalam pemanfaatan aplikasi Gerobakan.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan Kelompok Wanita Tani (KWT) sebagai penyedia produk, sehingga tercipta rantai ekonomi yang saling terhubung dan berkelanjutan.
Menurutnya, sinergi antara PKK dan KWT dapat menjadi kekuatan besar dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal. Produk-produk hasil olahan KWT dapat dipasarkan melalui jaringan kader PKK dengan memanfaatkan platform Gerobakan, sehingga distribusi menjadi lebih luas dan terarah.
Sementara itu, Young Fachrizal selaku penggagas ekosistem Gerobakan memaparkan berbagai fitur unggulan dari aplikasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa Gerobakan dirancang untuk memudahkan pelaku usaha kecil, termasuk anggota PKK dan KWT, dalam memasarkan produk secara digital serta mengelola transaksi dengan lebih efektif.
Beliau juga menegaskan bahwa Gerobakan bukan hanya sekadar aplikasi jual beli, tetapi merupakan ekosistem digital yang mendukung pertumbuhan UMKM secara menyeluruh. Dengan sistem yang terintegrasi, pelaku usaha dapat mengelola produk, memantau penjualan, hingga melakukan promosi secara mandiri.
Para kader PKK yang hadir menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan ini. Mereka аktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan, serta mencoba langsung penggunaan aplikasi melalui simulasi yang diberikan oleh tim pengembang.
Namun demikian, dalam proses implementasinya, masih terdapat kendala edukasi dalam peralihan pola belanja dari konvensional ke digital. Tidak semua masyarakat, termasuk sebagian anggota PKK, telah terbiasa menggunakan aplikasi belanja daring maupun sistem pembayaran digital.
Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri, baik bagi pelaku usaha maupun pemerintah kecamatan, dalam mendorong percepatan adopsi teknologi. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang lebih intensif dan berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami manfaat dan keamanan transaksi digital.
Di akhir kegiatan, Rokib, S.E., M.Si. kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara PKK, KWT, pemerintah, dan pengembang aplikasi. Ia berharap Gerobakan dapat menjadi motor penggerak ekonomi keluarga di Tanah Sareal, sehingga UMKM lokal mampu naik kelas dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.** A Hidayat










