Home / Uncategorized / Wahyu Wahyudin Anggota DPR Provinsi Kepulauan Riau Sorot BBM bersubsidi Nelayan Batam Minim

Wahyu Wahyudin Anggota DPR Provinsi Kepulauan Riau Sorot BBM bersubsidi Nelayan Batam Minim

 

MARITIMRAYA.Cim – Batam, Anggota Komisi II DPR  Provinsi Kepulauan Riau Wahyu Wahyudin menyorot  bantuan Bahan Bakar Minyak ( BBM ) bersubsidi untuk nelayan kota Batam  sangat sedikit yang dibagikan kepada Nelayan, sehingga  program bantuan pemerintah pusat  tidak maksimal dilakukan pemerintah Kota Batam.

Sesuai data  yang dikantongi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini, jumlah nelayan Kota Batam 7000 Orang Nelayan, dengan perincian yang mendapatkan bantuan BBM bersubsidi  hanya 1631 nelayan, sedangkan 5369 nelayan tidak mendapat BBM bersubsidi.

Hal ini disampaikannya saat bincang – bincang warung kopi bersama Ketua LSM Aliansi Alarm Indonesia Antoni, bersama Sekjend  Ucok Pak Pahan, Pengurus Inti Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia ( KNTI ) Kota Batam Amrullah Mursalim, Tokoh Masyarakat Kecamatan Bengkong, Raja, serta sejumlah Pimpinan Redaksi Media Online Batam pada pekan lalu.

” Saya pikir BBM bersubsidi  ini tentu sangat dibutuhkan dan membantu  Nelayan yntuk menangkap Ikan” Ucapnya

Tentu ini menjadi pertanyaan besar semua pihak  mengapa hanya sebahagian kecil nelayan yang mendapatkan BBM bersubsidi .

Pengurus Inti KNTI Kota Batam, Amrullah menyampaikan  BBM bersubsidi untuk nelayan tradisional Batam merupakan kepedulian pemerintah pusat kepada nelayan, baik kategori nelayan Utama, Nelayan Musiman dan nelayan Sambilan  yang memiliki kapal.

Namun dikeluhkan  untuk mendapatkan   surat Tanda Daftar Kapal Perikanan (TDKP)  yang dikeluarkan  kantor cabang  Dinas perikanan Provinsi Kepulauan Riau prosesnya memakan waktu, karena petugas tersebut harus datang melihat langsung Kapal dilokasi,”

Proses  surat keterangan RT, RW, Lurah, Camat dan Dinas Perikanan Kota Batam prosesnya cepat, cuma surat TDKP keluarnya lama, mungkin jumlah petugas untuk ke lokasi kampung nelayan terbatas” Sebutnya.

Sepatutnya di zaman yang modren kini bisa digunakan petugas dengan merubah cara- cara manual  dengan menggunakan alat elektronik agar lebih efisien, ” , kalau permohonan masuk 5000 berkas di Dinas perikanan,  sedangkan petugas berjumlah 20 orang tentu prosesnya lama,  ini yang harus dirubah agar pelayanan efisien”  Katanya.

Secara terpisah kepala kantor Dinas Perikanan Kota Batam Husnaini yang diwakili Kepala UPT pelayanan perikanan Advokat  mengatakan terkait surat rekomendasi BBM bersubsidi untuk nelayan yang dikeluarkan pihaknya selama ini  prosesnya cepat.

Hal ini dikatakanya saat ditemui awak media di kantornya pada Senin (30/5/2022)

” Selama melengkapi persyaratan   permohonan BBM bersubsidi lengkap,  paling lama 17 menit rekomendasi sudah keluar” ujarnya.

Advokat menjelaskan ada  dua jenis BBM bersubsidi untuk nelayan yaitu BBM Solar dan semenjak BBM premium dihapus maka sejak April 2022 di ganti BBM bersubsidi jenis Pertalite

“Memang tahun lalu jumlah nelayan yang mendapat BBM bersubsidi 1631 nelayan, tapi semenjak BBM premium dihapus otomatis rekomendasi subsidi BBM premium sudah tidak berlaku lagi, jadi ada perubahan  sampai mei 2022 yang mengantongi rekomendasi BBM bersubsidi jenis Pertalite sebanyak 444 nelayan ,  dan 474 nelayan telah mengantongi rekomendasi BBM bersubsidi jenis Solar” Tutupnya **Tim 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *