Batam, maritimraya.com (mara) – Jadwal pemadaman listrik oleh PLN Batam kembali menuai keluhan masyarakat. Ketidakkonsistenan waktu pemadaman yang terjadi pada Selasa, 20 Januari 2026, dinilai merugikan warga karena tidak sesuai dengan pengumuman resmi yang telah disampaikan sebelumnya.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan melalui situs resmi PLN Batam, pemadaman listrik dijadwalkan terjadi di Kecamatan Sei Beduk, meliputi Perumahan Bukit Sentosa, Nusa Indah, Bidadari, Kavling Selayang, Bida Ayu Perumnas, hingga Laguna, dengan durasi pemadaman selama tiga jam, yakni pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.
Namun, fakta di lapangan menunjukkan kondisi berbeda. Listrik telah padam sejak pukul 09.40 WIB dan baru kembali menyala pada pukul 15.45 WIB. Dengan demikian, warga harus menanggung pemadaman selama lebih dari enam jam, jauh melampaui jadwal yang diumumkan.
Akibat pemadaman berkepanjangan tersebut, aktivitas produktif warga terganggu. Selain itu, kekhawatiran akan kerusakan alat elektronik juga meningkat akibat kondisi listrik yang mati mendadak maupun tegangan yang tidak stabil.
“Beberapa bulan terakhir ini listrik sangat sering padam. Selain mengganggu pekerjaan, alat elektronik kami juga rawan rusak,” keluh Ardian, warga Tanjung Piayu.
Ironi di Tengah Kenaikan Tarif Listrik
Menurunnya kualitas pelayanan ini menjadi sorotan, mengingat PLN Batam telah melakukan sejumlah penyesuaian tarif listrik sejak 2024. Pada Triwulan III 2024, tarif listrik naik hingga 9 persen untuk 11 golongan pelanggan, termasuk rumah tangga, industri, dan pemerintah.
Selanjutnya, pada 1 Juli 2025, PLN Batam kembali menaikkan tarif sebesar 1,43 persen bagi pelanggan rumah tangga dengan daya 2.200 VA ke atas serta instansi pemerintah. Kenaikan tarif tersebut menimbulkan ekspektasi masyarakat terhadap peningkatan kualitas layanan, namun kenyataan di lapangan justru dinilai sebaliknya.
Tanggapan PLN Batam
Menanggapi keluhan tersebut, Humas PLN Batam, Furqon, mengonfirmasi adanya gangguan teknis di wilayah Mangsang, Duriangkang, dan Tanjung Piayu. Ia menyebut pemadaman terjadi akibat kegiatan pemeliharaan jaringan yang telah diinformasikan melalui situs resmi perusahaan.
“Ada pemeliharaan, jadwalnya sudah kita informasikan di website,” ujarnya singkat.
Meski demikian, warga mencatat bahwa kejadian serupa telah berulang kali terjadi. Pada 13 Januari 2026, listrik di wilayah yang sama padam selama 3,5 jam tanpa pemberitahuan. Sementara pada 7 Januari 2026, pemadaman mendadak berlangsung hingga 6,5 jam.
Berulangnya pemadaman listrik di luar jadwal resmi ini memunculkan pertanyaan publik terkait profesionalisme PLN Batam dalam mengelola infrastruktur ketenagalistrikan di Kota Batam, terutama di tengah kewajiban pelanggan yang kini harus membayar tarif listrik lebih tinggi.** Am











