Bogor, maritimraya.com (mara) – Pemerintah Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, melaksanakan kegiatan evaluasi (review) hasil sosialisasi laporan RT dan RW yang digelar satu minggu setelah pelaksanaan sosialisasi awal. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur perubahan pola kerja, efektivitas pelaporan, serta tingkat pemahaman aparatur kewilayahan dalam mengelola data berbasis kebutuhan pembangunan desa.
Berdasarkan analisis data terbaru, terjadi peningkatan yang cukup signifikan antara kondisi sebelum dan sesudah sosialisasi. Sebelumnya, RT dan RW mengalami kesulitan dalam menentukan persentase capaian akibat belum adanya panduan data yang jelas. Namun, setelah sosialisasi, proses penentuan target menjadi lebih terarah, termasuk dalam penyusunan rencana kerja harian, mingguan, hingga bulanan.
Dari aspek komunikasi, hubungan antara RT dan RW yang sebelumnya cenderung formal dan administratif kini berkembang menjadi lebih interaktif dan dua arah. Komunikasi tidak lagi sekadar penyampaian laporan, melainkan juga menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai persoalan kewilayahan secara bersama.
Perubahan juga tampak dalam pendekatan program kerja. Jika sebelumnya bersifat top-down, kini aspirasi masyarakat mulai terakomodasi secara lebih optimal. Kebutuhan dan harapan warga dapat dihimpun secara sistematis, kemudian diprioritaskan berdasarkan data yang tersedia.
Dalam pelaksanaan rapat koordinasi, yang sebelumnya belum sepenuhnya berbasis data, kini seluruh agenda mulai mengacu pada data sebagai dasar pengambilan keputusan. Hal ini menjadikan pembahasan lebih terarah, terukur, dan solutif.
Secara kuantitatif, rekapitulasi menunjukkan capaian total sebanyak 242 data. Meski demikian, distribusi data masih belum merata di seluruh wilayah, yang mencerminkan adanya perbedaan tingkat partisipasi dan kesiapan di masing-masing RW.
RW 001 masih didominasi oleh kontribusi dari RT 001 sebagai penyumbang data terbesar. Kondisi ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan kemampuan pengelolaan data belum merata di seluruh RT dalam satu wilayah.
Sementara itu, RW 002 dan RW 003 mulai memperlihatkan pola distribusi data yang lebih seimbang, meskipun ketimpangan masih terjadi. RW 003 bahkan mencatat intensitas pendataan yang cukup tinggi, yang mengindikasikan implementasi hasil sosialisasi berjalan lebih optimal.
Di sisi lain, RW 004 hingga RW 008 masih mencatat angka yang relatif rendah. Hal ini menjadi perhatian bagi Pemerintah Desa Sukaraja untuk meningkatkan pendampingan serta mendorong partisipasi aktif agar tidak terjadi kesenjangan data antarwilayah.
Kepala Desa Sukaraja, Asep Aos, menyampaikan bahwa hasil evaluasi ini memberikan gambaran awal yang positif. Ia menegaskan bahwa antusiasme RT dan RW secara umum sudah baik, sementara kendala yang dihadapi lebih banyak disebabkan oleh faktor nonteknis, seperti pengaturan waktu, koordinasi, dan adaptasi terhadap sistem baru.
Melalui hasil evaluasi ini, Pemerintah Desa Sukaraja berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan berkelanjutan. Pendampingan teknis, penguatan koordinasi, serta penyederhanaan sistem pelaporan akan menjadi fokus utama guna mewujudkan pengelolaan data yang akurat, terintegrasi, dan mampu menjadi dasar perencanaan pembangunan desa yang tepat sasaran.










