Beranda / Kemaritiman / Pelindo Kembali Operasikan Layanan Marine di Perairan Nipa, Siapkan Tiga Kapal Tunda

Pelindo Kembali Operasikan Layanan Marine di Perairan Nipa, Siapkan Tiga Kapal Tunda

Batam, maritimraya.com (MARA) – PT Pelindo Jasa Maritim (PJM) Wilayah 1 Batam kembali menyiapkan pengoperasian layanan jasa kepelabuhanan strategis di Nipa Transfer Anchorage Area (NTAA), perairan Nipa, Batam, Kepulauan Riau. Layanan tersebut sebelumnya sempat berhenti beroperasi selama kurang lebih lima tahun.

Hal itu disampaikan Senior Manager Pelindo Jasa Maritim (PJM) Wilayah 1 Batam, Capt. Sindu Lusiantoro Pranoto, saat ditemui awak media di kantor Pelindo Jasa Maritim di kawasan Batu Ampar, Senin (28/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Sindu didampingi Manager Operasional dan Komersial, Capt. Digdo Widiono.

Sindu mengatakan, PJM akan mengelola kembali bidang jasa marine di kawasan NTAA. Langkah awal yang dilakukan adalah memperkuat kembali jaringan dengan para pengguna jasa melalui kemitraan, khususnya perusahaan pelayaran nasional maupun asing.

Menurutnya, pengoperasian kembali layanan tersebut dilakukan setelah Pelindo kembali memperoleh izin konsesi dari Kementerian Perhubungan pada 6 Mei 2026.

Adapun layanan yang disiapkan di NTAA meliputi ship-to-ship (STS), kapal tunda, mooring master, serta pemanduan kapal. Untuk mendukung operasional tersebut, PJM menyiapkan tiga unit kapal tunda dengan total kapasitas mencapai 11.000 horsepower.

Selain layanan marine, kawasan NTAA juga memiliki area lay-up kapal seluas sekitar 5.000 hektare. Area tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 23 unit kapal niaga dengan berbagai ukuran.

Sindu menjelaskan, fokus awal PJM di NTAA adalah pelayanan kapal niaga yang melakukan lay-up, selain menjalankan layanan STS, mooring master, dan pemanduan. Pengoperasian tersebut juga dinilai berpotensi mendorong kegiatan usaha turunan atau multiplier effect di kawasan pelabuhan.

Sejumlah layanan pendukung yang dapat dikembangkan antara lain penyediaan air bersih serta pengelolaan limbah cair dan sampah kapal. Untuk layanan tersebut, Pelindo Cabang Batam turut berperan dalam pengusahaan sesuai bidangnya.

Dalam mendukung kelancaran pengoperasian NTAA, PJM juga berharap adanya dukungan dari berbagai instansi terkait, seperti Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, dan Syahbandar, serta para pengguna jasa kepelabuhanan.

“Kami terus menguatkan jaringan kepada teman-teman dulu, baik perusahaan pelayaran asing maupun nasional. Mereka menyambut baik pengoperasian kembali Badan Usaha Pelabuhan (BUP) Pelindo di perairan Nipa dan mereka siap bergabung,” ujar Sindu.

Ia menegaskan, proses pengembangan kembali layanan di NTAA masih terus dilakukan. “Kami masih berjuang,” katanya.

Kembali beroperasinya pelayanan jasa kapal niaga di NTAA juga dinilai memiliki potensi terhadap peningkatan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), khususnya dari sektor jasa labuh dan tambat kapal.

Potensi tersebut tidak terlepas dari posisi perairan Nipa yang berada di kawasan jalur pelayaran internasional dengan lalu lintas kapal yang padat. Dengan kembali beroperasinya layanan kepelabuhanan di kawasan tersebut, aktivitas jasa marine diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap kegiatan ekonomi maritim sekaligus penerimaan negara. **Am

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *